ebook

ebook-1 : Menjadi Pemegang Saham BPR

SAHAM bukan sekedar bukti kepemilikan. Ia adalah tanggung jawab dan hak untuk ikut menentukan arah. Terutama ketika kita bicara tentang BPR—Bank Perekonomian Rakyat—yang beroperasi langsung di jantung kehidupan ekonomi rakyat kecil.

Sebagai praktisi di dunia BPR, saya menulis e-book ini untuk mengajak para pembaca — baik Anda seorang pemegang saham, pengurus, pengawas, regulator, maupun masyarakat umum — untuk berpikir ulang:

Jika Anda adalah pemegang saham BPR, apa yang akan Anda lakukan?
Apa yang ingin Anda jaga? Apa yang ingin Anda ubah? Dan apa yang ingin Anda wariskan?

Tulisan ini tidak menggurui. Ditulis dengan gaya santai namun penuh substansi, disusun berdasarkan pengalaman nyata dan kerangka hukum terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), buku ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir tentang peran pemegang saham sebagai penjaga arah, nilai, dan masa depan BPR.

ebook-2 : Menjadi Dewan Komisaris BPR

Menjadi Dewan Komisaris di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) bukanlah sekadar menempati jabatan struktural di atas kertas. Ia adalah sebuah amanah, peran strategis, dan sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham, keberlangsungan usaha, dan perlindungan terhadap nasabah—khususnya masyarakat lapisan bawah yang menjadi segmen utama BPR.

Tulisan ini lahir dari pengalaman, pembelajaran, dan interaksi saya selama bertahun-tahun bersama ekosistem BPR: mulai dari ruang rapat, meja audit, sampai forum-forum diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan, rekan komisaris, hingga para pelaku industri. Saya mencoba merangkum perjalanan tersebut dalam bentuk refleksi yang mudah dicerna, namun tetap berdasar pada regulasi terkini dan praktik terbaik tata kelola BPR.

Melalui tulisan ini, saya mengajak pembaca untuk melihat lebih dalam bagaimana peran Dewan Komisaris bisa dijalankan dengan cara yang relevan, strategis, dan berdampak nyata. Tidak sekadar menjadi “penonton dari balkon”, namun benar-benar ikut serta dalam mengarahkan BPR agar tumbuh sehat, taat aturan, dan tetap berkontribusi pada perekonomian rakyat.

Harapan saya, bisa menjadi bacaan bermakna—bagi Dewan Komisaris baru yang tengah mencari arah, bagi regulator yang ingin memahami tantangan lapangan, bagi calon pemegang saham, maupun bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana kerja pengawasan dapat membuat perbedaan besar.

ebook-3 : Menjadi Direksi BPR

Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri:
“Jika aku adalah Direksi BPR, apa yang sebenarnya harus aku jaga?”

Pertanyaan itu terdengar sederhana, namun jawabannya sangat dalam. Karena menjadi Direksi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) bukan sekadar soal jabatan, bukan pula sekadar duduk di ruang rapat dan menandatangani kebijakan. Direksi adalah penentu arah, penjaga kepercayaan, sekaligus penanggung jawab utama keberlangsungan bank—di mata pemegang saham, nasabah, karyawan, masyarakat, dan tentu saja regulator.

E-book ini lahir dari kegelisahan sekaligus pengalaman praktis melihat bagaimana peran Direksi BPR sering kali dipahami secara formal, namun belum tentu dipahami secara utuh. Banyak Direksi yang sangat ahli di bidang bisnis, tetapi belum sepenuhnya nyaman dengan dunia regulasi. Sebaliknya, ada pula yang sangat patuh pada aturan, namun kurang berani mengambil keputusan strategis. Padahal, Direksi BPR dituntut untuk mampu berdiri di tengah :

antara kepatuhan dan keberanian

antara kehati-hatian dan pertumbuhan

Judul “JIKA AKU ADALAH DIREKSI BPR” sengaja dipilih bukan untuk menggurui, melainkan untuk mengajak pembaca berpikir dari sudut pandang pengambil keputusan tertinggi di BPR. Buku ini mengajak kita semua, baik yang sudah menjabat sebagai Direksi, yang sedang bersiap, maupun yang mengawasi dan menilai kinerja Direksi, untuk memahami peran ini secara lebih manusiawi, strategis, dan bertanggung jawab.

Sebagai Direksi, kita tidak hanya mengelola angka. Kita mengelola risiko, kepercayaan, reputasi, dan masa depan lembaga. Setiap keputusan kredit, setiap kebijakan SDM, setiap langkah ekspansi usaha, bahkan setiap kelalaian kecil, dapat berdampak sistemik. Di sinilah pentingnya pemahaman menyeluruh tentang regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus berkembang, mulai dari tata kelola, kualitas aset, manajemen risiko, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Tidak ada Direksi yang sempurna.

Tulisan tentang menjadi Direksi yang sadar peran, paham batas, berani bertindak, dan siap bertanggung jawab.